Tuesday, June 14, 2011

Seorang Muslimah Sejati

Seorang muslimah sejati,
yg lembut fitrah tercipta,
halus kulit,manis tuturnya,
lentur hatinya,
telus wajahnya,
setelus rasa membisik jiwa,
dimatanya cahaya,
dalamnya ada air,
sehangat cinta,
sejernih suka,
sedalam luka,
cerita hidupnya,

 seorang gadis itu,

hatinya penuh manja,
penuh cinta,sayang semuanya,
cinta utk diberi,
cinta untuk dirasa...

namun manjanya,
bukan untuk semua,
bukan lemah,
atau kelemahan dunia...

ia bisa kuat,

bisa jadi tabah,
bisa ampuh menyokong,
pahlawan-pahlawan dunia...

begitu unik tercipta,
lembutnya bukan lemah,
tabahnya tak perlu pada,
jasad yang gagah...

seorang gadis itu...

teman yang setia,
buat Adam dialah Hawa,
tetap di sini...

dari indahnya jannah,
hatta ke medan dunia,
hingga kembali mengecap nikmatNya...

seorang gadis itu...

bisa seteguh Khadijah,
yang suci hatinya,
tabah dan tenang sikapnya,
teman Ar-Rasul,
pengubat duka dan laranya...

bijaksana ia,
menyimpan Ilmu,
si teman bicara,
dialah aIshah,
penyeri taman Rasulullah,
dialah Hafsah,
penyimpan mashaf pertama kalamullah...

seorang gadis itu...

bisa setabah Maryam,
meski dicaci meski dikeji,
itu hanya cerca manusia,
namun sucinya ALLAH memuji...

seperti Fatimah kudusnya,
meniti hidup seadanya,
puteri Rasulullah,
kesayangan ayahanda...

suaminya si panglima agama,
di belakangnya dialah pelita,
cahAya penerang segenap rumahnya,
ummi tersayang cucunda Baginda...

bisa dia segagah Nailah,
dengan dua tangan,
tegar melindung khalifah,
meski akhirnya bermandi darah,
meski akhirnya khalifah rebah,
syahid menyahut panggilan ALLAH...

seorang gadis itu...

perlu ada yang membela,
agar ia terdidik jiwa,
agar ia terpelihara...

dengan kenal Rabbnya,
dengan cinta Rasulnya,
dengan yakin Deennya,
dengan teguh Aqidahnya,
dengan utuh cinta yang terutama,
ALLAH jua RasulNya,
dalam ketaatan penuh setia,
pemelihara maruah dirinya,
agama, keluarga dan ummahnya...

seorang gadis itu...

melenturnya perlu kasih sayang,
membentuknya perlu kebijaksanaan,
kesabaran dan kemaafan,
keyakinan dan penghargaan,
tanpa jemu dan tanpa bosan,
memimpin tangan, menunjuk jalan...

seorang gadis itu...

yang hidup di alaf ini,
gadis akhir zaman,
era hidup perlu berdikari...

dirinya terancam dek fitnah,
sucinya perlu tabah,
cintanya tak boleh berubah,
tak bisa terpadam dek helah,
dek keliru fikir jiwanya,
kerna dihambur ucapkata nista,
hanya kerana dunia memperdaya...

kerna seorang gadis itu...

yang hidup di zaman ini,
perlu teguh kakinya,
mantap iman mengunci jiwanya,
dari lemah dan kalah,
dalam pertarungan yang lama,
dari rebah dan salah,
dalam perjalanan mengenali Tuhannya,
dalam perjuangan menggapai cinta,
nikmat hakiki seorang hamba,
dari Tuhan yang menciptakan,
dari Tuhan yang mengurniakan...

seorang gadis itu...

anugerah istimewa kepada dunia!

seorang gadis itu...

tinggallah di dunia,
sebagai bidah,
dayah dan mujahidah,
pejuang ummah...

kelak jadi ibu,
membentuk anak-anak ummah,
rumahnya taman ilmu,
taman budi dan ma'rifatullah...

seorang gadis itu...

moga akan pulang,
dalam cinta dan dalam sayang,
redha dalam keredhaan,
Tuhan yang menentukan,
seorang gadis itu dalam kebahagiaan!

moga Ar-Rahman melindungi,
merahmati dan merestui,
perjalanan seorang gadis itu,
menuju cintaNYA yang ABADI!




Saturday, June 11, 2011

Memilih Isteri Dengan Baik

"Dan, kahwinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang berkahwin) dari hamba-hambanya sahayamu yang lelaki dan hamba-hambanya sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah (SWT) akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan, Allah (SWT) Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui." (An-Nur : 32 )

Ciri – ciri isteri solehah yang telah ditetapkan dalam sunnah Rasulullah saw:
1. Wanita solehah, seperti hadis Rasulullah saw bahawa dunia ini seluruhnya adalah kesenangan. Tetapi sebaik-baik kesenangan di dunia adalah isteri yang solehah.
 

2. Membantu suami ke jalan kebaikan, Rasulullah saw bersabda "Hendaklahnya kalian memiliki hati yang selalu bersyukur, lidah yang selalu berzikir, dan isteri mukminah yang menolongnya melakukan urusan akhirat."

3. Wanita penyayang dan berketurunan, Rasulullah saw bersabda "Nikahilah wanita yang penyayang dan berketurunan atau boleh melahirkan zuriat, sebab aku akan membanggakan kalian di hadapan para nabi kelak di hari kiamat".

Rasulullah saw menjelaskan jika wanita solehah adalah satu perkara yang membawa kebaikan dalam hidup seorang lelaki, maka wanita yang buruk (jahat) adalah salah satu dari empat perkara yang mendatangkan penderitaan, seperti yang disebutkan dalam hadith sahih yang bermaksud :

"Di antara yang mendatangkan kebahagian itu ialah perempuan solehah yang jika kamu melihatnya maka akan membuatmu terhairan-hairan, dan jika kamu meninggalkannya berpergian maka dia akan menjamin keamanannya pada dirinya dan hartamu. Dan di antara yang mendatangkan penderitaan ialah wanita yang jika kamu melihatnya akan bersikap buruk padamu dan melontarkan kata-kata yang kasar kepadamu, dan jika kamu meninggalkannya berpergian maka kamu tidak akan merasa aman pada dirinya dan hartamu."

Berusaha Memperbaiki Isteri


Apabila isteri itu seorang yang solelah, maka itu merupakan kenikmatan dan anugerah Allah SWT. Tetapi, jika ia tidak solehah atau tidak baik, maka merupakan kewajipan pemimpin rumah tangga untuk berusaha memperbaikinya. Perkara ini boleh terjadi kerana beberapa sebab, di antaranya jika seorang lelaki mengahwini wanita yang pada dasarnya tidak taat agama, kerana lelaki tersebut pada mulanya tidak member keutamaan pada aspek keagamaan calon isterinya, atau ia menikahinya dengan harapan dapat memperbaikinya kemudian, atau kerana desakan dan paksaan keluarganya. Namun, ia hendaklah terlebih dahulu mengetahui bahawa yang memberi hidayah itu Allah SWT, dan Allahlah yang sebenarnya memperbaiki keadaan. Selain dari mendidik suami hendaklah sentiasa berdoa semoga isteri mereka akan berubah menjadi insan yang lebih baik dan akhir sekali bertawakkal kepada Allah SWT.

Untuk memperbaiki isteri ada beberapa cara:


1. Memberikan tumpuan untuk memperbaiki cara peribadatannya kepada Allah SWT.

2. Berusaha memperbaiki aspek keimanannya.

3. Menganjurkannya melakukan qiyamullail (solat malam).

4. Menganjurkan supaya rajin membaca Quran.

5. Menganjurnya untuk menghafal zikir-zikir dan doa-doa serta mengingatkannya agar melakukannya pada waktu-waktu dan kesempatan-kesempatan yang di anjurkan.

6. Mendidiknya agar rajin bersedekah.

7. Menyuruhnya agar membaca buku-buku keislaman yang bermanfaat.

8. Menyuruhnya agar mendengar kaset-kaset keIslaman yang berfaedah, baik yang berkenaan dengan ilmu pengetahuan mahupun pembinaan keimanan, serta terus berusaha untuk menyediakan kaset-kaset tersebut.

9. Memilih sahabat-sahabat dari kalangan wanita-wanita yang beragama, dan mengikat tali persaudaraan bersama mereka, sebagai teman berbincang dalam kebaikan dan saling kunjung-mengunjungi dengan tujuan-tujuan yang bermanfaat.

10. Mencegahnya dari melakukan kejahatan dan menutup pintu-pintunya dengan cara menjauhkannya dari bergaul dengan teman-teman yang buruk perangainya dan menjauhi tempat-tempat kejahatan.

Suasana Rumah Tangga Yang Diberkati


Rumah sebagai tempat mengingat Allah SWT

Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud "Perumpamaan rumah yang dijadikan tempat mengingat Allah SWT dan rumah yang tidak dijadikan tempat mengingat Allah SWT adalah bagaikan perbezaan antara orang yang hidup dan orang yang telah meninggal."

Apabila rumah dijadikan tempat mengingat Allah SWT, maka malaikat akan masuk ke dalamnya dengan membawa rahmat dan berkat. Mengingat Allah SWT dengan banyak membaca Al- Quran, solat, zikir dan mengkaji ilmu agama dan membaca beraneka ragam ilmu. Selain itu rumah tersebut juga harus jauh dari kemaksiatan dan kemungkaran dengan dipenuhi dengan gambar-gambar khurafat, patung-patung, lagu-lagu yang mengkhayalkan dan minuman keras. Rumah sebagai kiblat, tempat sujud dan ibadah kepada Allah SWT.
 

Pendidikan keimanan terhadap ahli keluarga

1. Menyuruh isteri solat malam.

2. Menyuruh isteri bersedekah. Jika ketua rumah tangga ingin menunjukkan teladan yang baik bagi anggota keluarganya maka hendaklah ia berpuasa pada ayyamul baidh "Hari-hari purnama" (tanggal 13, 14, 15), puasa Isnin-Khamis, puasa Hari Tasu'a (tanggal 9 Muharram), puasa Hari Asyura' (tanggal 10 muharram), puasa hari Arafah (9 Zulhijjah) dan banyak berpuasa pada bulan Muharram dan bulan Syawal, sehingga keteladanan ini akan menjadi pendorong bagi ahli keluarga.

Amalan sunnah dalam rumahtangga

1. Bacaan ketika masuk rumah, masuk ke rumah dengan menyebut nama Allah SWT.

2. Doa ketika keluar rumah, keluar rumah dengan menyebut nama Allah SWT dan membaca doa.

3. Bersiwak, Rasulullah SAW apabila ingin masuk ke dalam rumah baginda akan memakai siwak iaitu membersihkan gigi dengan kayu siwak.

4. Sentiasa mengamalkan doa-doa & amalan Rasulullah saw dalam apa jua aktiviti kehidupan sehari-hari. Mengusir syaitan dari dalam rumah Rasulullah SAW bersabda: "Janganlah menjadikan rumah kalian laksana kuburan. Sesungguhnya syaitan itu akan pergi dari rumah yang dibacakan surah Al-Baqarah di dalamnya."

Dalam riwayat yang lain Rasulullah SAW menerangkan, "Bacalah surah Al-Baqarah di dalam rumah kalian sebab syaitan tidak akan masuk ke dalam rumah yang dibacakan surah Al-Baqarah di dalamnya."

Mengenai keutamaan dua ayat terakhir dari surah Al-Baqarah itu, serta pengaruhnya kerana membacanya di dalam rumah, baginda menyebutnya :

"Sesungguhnya Allah SWT telah menulis sebuah kitab dua ribu tahun sebelum Ia menciptakan langit dan bumi, dan kitab itu berada di Arasy, dan Allah (SWT) telah menurunkan darinya dua ayat yang Allah SWT jadikan sebagai penutup surah Al-Baqarah. Jika kedua ayat tersebut tidak dibaca di dalam sebuah rumah selama tiga hari maka ia akan didekati oleh syaitan."

Mengutamakan Pendidikan Agama & Mengajarkan Hukum-Hukum Islam


1. Melakukan solat di rumah.

2. Bukan orang lain menjadi imam.

3. Meminta izin, hendaklah orang Islam meminta izin sebelum memasuki mana-mana rumah, dan janganla dia masuk kecuali dengan izin shahibu bait.

4. Tidak perlu meminta izin masuk ke rumah penginapan (tamu).

5. Diizinkan makan di rumah para keluarga.

6. Meminta izin masuk ke bilik istirehat ibu-bapa.

7. Larangan membuang masa di rumah orang lain tanpa izin mereka.

8. Menetap di rumah semasa iddah.

9. Memisahkan tempat tidur bagi isteri yang nusyuz (yang tidak taat padanya) untuk memberi pengajaran supaya isteri tersebut berubah.

10. Tidak tidur malam sendirian di rumah, diriwayatkan oleh ibn Umar Rasulullah SAW melarang orang bersendirian di dalam rumah kerana bahaya bagi dirinya, larangan ini demi kemaslahatannya.

11. Tidak tidur di atas loteng yang tidak ada dindingnya, kerana jika orang itu jatuh ke bawahlalu mati maka tidak ada orang yang dapat dipertanggungjawabkan atas kematiannya.

12. Kucing tidak najis, dan Rasulullah SAW bersabda bahawa: "Kucing tidak najis, dan termasuk binatang yang bolak-balik di hadapan kalian".

Saling Berkomunikasi Dalam Keluarga


1. Menyediakan masa bersama untuk ahli keluarga, Allah SWT menerangkan di dalam Al- Quran, "sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka….."

2. Menyembunyikan perselisihan keluarga di hadapan anak-anak.

3. Tidak menerima tetamu yang tidak disukai.

4. Mengawasi aktiviti-aktiviti keluarga, siapa teman mereka, apa yang dibawa masuk ke dalam rumah, apa yang terdapat di dalam bilik mereka dan ke mana anak-anak pergi dan dengan siapa mereka pergi.

Memberikan Perhatian Kepada Anak-Anak

1. Hafalan Al-Quran dan kisah-kisah dalam Islam Tidak ada yang lebih baik bagi seorang bapa selain membacakan ayat-ayat Al-Quran kepada anak-anaknya dan menerangkannya secara sederhana, serta memberi hadiah apabila mereka menghafalnya. Anak-anak dapat menghafal surah yang sering dibaca oleh bapanya misalnya, apabila sering diadakan majlis ta'lim dirumah pada setiap jumaat dan pada majlis itu sering dibaca surah Al- Kahfi maka tidak mustahil anak itu dapat menghafal surah tersebut dengan cepat. Sering menceritakan pada anak-anak kisah-kisah nabi, kisah teladan dan pahlawan –pahlawan Islam. Mengajar anak-anak zikir dan doa-doa harian yang dapat diamalkan oleh anak-anak seharian dan yang paling utama sekali bapa harus menunjukkan contoh yang baik supaya dapat diikuti olah anak-anak.

2. Memperhatikan sahabat anak-anak.

3. Menyediakan permainan yang bermanfaat.

4. Memisahkan tempat tidur antara anak lelaki dan anak perempuan.

5. Akrab dan lemah lembut terhadap anak-anak.

6. Displin waktu tidur dan makan.

7. Menilai pekerjaan wanita di luar rumah, dengan memastikan bahawa isteri dan anak-anak mempunyai pekerjaan dan halal di sisi agama.

8. Menjaga rahsia rumah-tangga.

9. Tidak menyebarkan rahsia hubungan suami-isteri.

10. Tidak menyebarkan perselisihan- perselisihan yang terjadi antara suami-isteri.

11. Tidak membongkar apa saja yang bersifat peribadi, sekiranya dibongkar di hadapan orang lain akan menimbulkan mudharat bagi rumahtangga atau salah seorang ahlinya.


Keperibadian Dalam Rumahtangga

1. Bersikap lemah lembut terhadap ahli keluarga.

2. Membantu menyelesaikan pekerjaan rumah.

3. Bermesra dengan keluarga.

4. Mencegah akhlak tercela di dalam rumah seperti dusta, ghibah (memperkatakan keburukan orang lain), namimah dan sebagainya.

5. Menggantungkan cabuk pada tempat yang dapat dilihat oleh anggota keluarga, sebagai amaran bahawa apabila ada diantara anggota keluarga yang melakukan kesalahan berat maka mereka akan dihukum.

Menghindari Kemungkaran Di Dalam Rumah


1. Berhati-hati, jangan sampai kerabat yang bukan mahram masuk ke dalam rumahnya yang ada wanita di dalamnya pada waktu ketiadaan suaminya.

2. Memisahkan para lelaki dan wanita ketika melakukan kunjungan keluarga.

3. Bersikap waspada pada pemandu dan pembantu rumah.

4. Berhati-hati pada bahaya TV dan video.

5. Berhati-hati pada bahaya telefon.

6. Wajib menghilangkan segala bentuk symbol keagamaan orang-orang kafir dan agama batil dari dalam rumah.

7. Menghilangkan gambar-gambar yang bernyawa.

8. Laranglah merokok di rumah anda.

9. Hindari jangan sampai anda suka memelihara anjing di rumah.

10. Menghindari mengukir atau menghiasi rumah sehingga menyerupai rumah orang kafir.

Memilih Lokasi Dan Suasana Kediaman

Lokasi rumah


Sebaiknya, lokasinya dekat dengan masjid. Dalam hal ini, terdapat berbagai faedah yang amat besar nilainya, dengan mendengar azan, maka akan memudahkan bagi kaum lelaki pergi solat berjemaah, bagi wanita mudah ke majlis ilmu dan bagi kanak-kanak pergi ke kelas Al-Quran. Hendaklah rumah itu tidak berada pada bangunan yang ada kefasikan, atau berada pada kompleks perumahan yang ada padanya orang-orang kafir dan didalamnya terdapat kolam renang yang akan berkumpul lelaki dan perempuan. Kemudian rumah tidak terbuka, kalau pun terjadi demikian maka hendaklah dibuat tabir atau dengan meninggikan tembok.

Suasana di dalam rumah


Suasana di dalam rumah, hendaklah diperhatikan kemungkinan memisahkan antara lelaki dan perempuan dengan memasuki pintu yang berlainan. Jika hal ini tidak ada memadai dengan memasang pemisah dengan kain.

Memilih tetangga dahulu

Memilih tetangga dahulu sebelum memilih rumah Rasulullah Saw telah memberitahu mengenai empat perkara yang dapat mendatangkan kebahagian, lalu baginda menyebut hal itu, dan di antaranya ialah al-jar ash-shalih tetangga yang soleh. Juga baginda memberitahukan empat perkara yang dapat mendatangkan keburukan di antaranya ialah al-jar as-su' tetangga yang jahat.


Menyediakan kemudahan


Menyediakan kemudahan untuk ahli keluarga, kemudahan perabot di rumah dan keselesaan di rumah.

Mengutamakan kesihatan ahli keluarga


Rasulullah SAW apabila salah seorang dari keluarganya mengalami sakit, baginda menghembuskan berbagai bacaan ta'awwudz (meminta perlindungan) kepadanya.


Artikel Dipetik: Blog Ustaz Nor Amin Sayani b. Zainal Link

Monday, June 6, 2011

Mak, Saya Nak Nikah...

 

Beberapa tahun sebelum bernikah, saya mencari-cari kelebihan berkahwin awal supaya saya termotivasi untuk bernikah awal. Dan ditemui antara kelebihan berkahwin adalah ia menjaga kesucian diri dan hati. Memelihara pandangan dan kehormatan.


Ya, saya pun kemudiaannya berada di fasa yang sama dengan teman-teman, terdorong untuk bernikah untuk menjaga hati...(walaupun belum ada calonnya lagi). Tapi saat ini, saya tidak memandang lagi semua itu sebagai KELEBIHAN berkahwin awal, tapi KEWAJIPAN dan KEUTAMAAN berkahwin awal.


“Susah sangat ke nak jaga hati…??”


“Kenapa tak sabar tunggu hingga habis belajar…??”


“ Tak payahlah selalu contact dengan lelaki tu kalau hati tak tenang..!??”


“Kan selalu ikut program agama, takkan boleh terjerumus maksiat….!??”


“Orang lain bercinta juga, tak lah sampai nak berzina…!??”


“Janganlah ikut sangat perasaan…”




Mungkin ini adalah antara dialog luahan-luahan mak ayah kita bila saatnya kita menyuarakan keinginan untuk bernikah di usia awal 20an. Lantas kita merasakan ibu bapa tak memahami ‘situasi getir’ yang kita hadapi dalam era moden dunia tanpa sempadan.


Ya, memang ibu bapa kita kebanyakkannya tak faham..kerana kita juga tak berusaha untuk faham apa yang mereka faham. Yang mak ayah kita faham, kita masuk universiti untuk belajar. Dan belajar. Dan belajar. Hingga dapat segulung ijazah. Kemudian dapat perkerjaan yang menjamin masa depan.


Kemudian berkongsi sedikit kesenangan dengan adik-adik dan famili. Kemudian, silakanlah merancang untuk pernikahan. Waktu itu, tenangnya hati mak ayah kerana kita telah ada pendapatan bulanan. Mungkin ada juga sedikit wang simpanan. Mak ayah kita punya harapan dan perancangan sebegitu kepada anak-anak kerana MUNGKIN mereka membandingkan zaman pergaulan kita dengan situasi muda mudi zaman 70an dan 80an.


Sedangkan kita di ‘era depan’ 2010, 2011, 2012. Kita tidak lagi di zaman public phone, perlu ada syiling yang cukup untuk meluah perasaan mencambah perasaan dengan ‘teman tapi mesra’ itu. Kita tidak lagi di zaman mengutus surat menyatakan rindu sayang, jika bersurat, rasa rindu dan sayang hanya sampai kepada si dia setelah jiwa bergelora kita menjadi reda.


Komunikasi yang terbatas waktu dulu tidak memungkinkan perkenalan sebulan dua membawa kepada keinginan yang dasyat untuk berzina…! Kita bukan di zaman perlu menunggu dan menaiki bas untuk keluar dating. Kita bukan di zaman mengintai dari jauh buah hati yang sering diingat-ingatkan. Namun, kita berada di zaman yang amat sukar kita tewaskan segala dugaan dan godaan, dengan lemahnya jiwa dan perasaan.


Mak ayah nampak macam kita menjaga pergaulan lelaki dan perempuan, namun hakikatnya saban waktu kita berdekatan lelaki dan perempuan, dengan terciptanya handphone, laptop etc di samping berkembang majunya cara berkomunikasi dan laman sosial. Mula dengan saling berkenalan di alam kampus atau luar kampus, di alam maya atau alam nyata. Ada handphone, boleh call dan sms berjam-jam melayan suka dan cinta yang mekar tumbuh di jiwa. Bila semakin rapat, boleh bermesra hingga menimbulkan keghairahan hanya melalui telefon.


"Abang.."


"Sayang.."


"Darling.."


"Muah muahss.."


Dari text "...dah makan, buat apa tu" kepada.. "....sayang tidur pakai apa.."


"nanti call kejutkan bangun tahajud ya.. abang nak dengar suara sayang.."





Perasaan orang muda bertali arus dengan gelora cinta, wahai ibu ayah, kami tidak ada kekuatan menepis semua ini. Kalau smartphone, lebih canggih dugaannya untuk menjaga kesucian hati dari segala kemudahan bercinta terhidang depan mata, hanya di telapak tangan. Dulu ada komputer hanya untuk menyiapkan tugasan dan kerja-kerja sebaiknya. Kini ada laptop atau komputer peribadi dilengkapi internet yang menjadi wasilah penting untuk mempertaut hati.


Pilih saja broadband yang bagus atau streamyx.. YM, facebook, twitter dan segala jenis social network ini melajukan curahan perasaan hingga tak mampu dikawal. Curahan perasaan lambat laun membawa kepada bertukar-tukar gambar sendiri tanpa pakaian atau minima sekali. Gambar-gambar kaku kemudiannya dipanjangkan pada video sebenar.


Mak ayah mungkin tak faham dengan kewujudan video calls yang membolehkan bercinta bukan dengan hanya dengan pujuk rayu mesra, malah ada kebebasan untuk mempamerkan keindahan fizikal. Dengan web cam yang jelas gambar dan cantik skrinnya, sendirian di bilik rumah sewa dan asrama masing-masing, siapa yang melarang untuk tidak membuka tubuh pada kekasih seperti malam pertama suami isteri?


Tidak perlu menunggu bas untuk dating, si dia yang punya kereta bersedia mengambil dan menghantar. Di jalan-jalan sunyi, siapa yang kuat untuk tidak ringan-ringan sewaktu cinta kasih meluap-luap memenuhi perasaan? Jika di taman-taman dan kawasan peranginan jua jeram tak ada privasi bercumbu-cumbuan, siapa yang melarang untuk check-in di budget hotel RM9.90 semalam yang makin banyak di sekeliling tempat belajar dan tempat kerja kalian..


Mak dan ayah, kalaupun kami tak berpacaran, di jalanan banyak perempuan-perempuan yang berpakaian tetapi telanjang hingga jiwa kami menjadi resah gelisah.. (ya, ia kesalahan kami tidak merendahkan pandangan). Mak dan ayah, kami tidak mahu terlibat dengan pacaran, namun teman-teman sekeliling banyaknya yang dah 'berdua', kami teringin juga sepertinya..


Mak dan ayah, inilah zaman yang kami berada di dalamnya. Tidaklah kami sekadar menyalahkan zaman, namun kami mencari alternatif menguatkan jiwa dan perasaan. Kami ingin bernikah, bantulah kami menjaga sekeping iman dan akhlak yang makin hilang dengan segala kecanggihan hidup yang datang. Kami ingin bernikah, bantulah kami berumahtangga agar pengajian berjaya diteruskan dan rumahtangga dipelihara dengan matang.


ALLAH berfirman, “…jangan dekati zina…” namun ke manapun kami berpusing, kami seolah-olah terlalu dekat dengan zina. Kami akui kelemahan kami, kami akui kesilapan kami, bantulah kami mencari kehidupan yang suci dan tenang.. Bantulah kami untuk terus di atas jalan kebaikan.



http://www.murabbi.net/articles.php?article_id=541

Tips Memilih Calon Suami Yang Baik



Kasih manusia sering bermusim, sayang manusia tiada abadi. Kasih Tuhan tiada bertepi, sayang Tuhan janjiNya pasti, itulah sedikit dari lagu Raihan.

Lantaran kasih manusia yang sering bermusim dan sayangnya yang tak kekal lama, kita perlu sentiasa berwaspada terutamanya dalam memilih pasangan. Andainya sikit daripada cinta itu hendak diberi pada seseorang yang boleh digelar suami, pilihlah seorang lelaki yang....

Kuat Agamanya

Biar sibuk macamana, solat fardu tetap terpelihara. Utamakanlah pemuda yang kuat pengamalan agamanya. Lihat saja Rasulullah menerima pinangan Saidina Ali buat puterinya Fatimah. Lantaran ketaqwaannya yang tinggi biarpun dia pemuda paling miskin.

Baik Akhlaknya

Ketegasannya nyata tapi dia lembut dan bertolak-ansur hakikatnya. Sopan tutur kata gambaran peribadi dan hati yang mulia. Rasa hormatnya pada warga tua ketara.

Tegas Mempertahankan Maruah


Pernahkah dia menjengah ke tempat-tempat yang menjatuhkan kredibiliti dan maruahnya sebagai seorang Islam.

Amanah

Jika dia pernah mengabaikan tugas yang diberi dengan sengaja ditambah pula salah guna kuasa, lupakan saja si dia.

Tidak Boros


Dia bukanlah kedekut tapi tahu membelanjakan wang dengan bijaksana. Setiap nikmat yang ada dikongsi bersama mereka yang berhak.

Tidak Liar Matanya


Perhatikan apakah matanya kerap meliar ke arah perempuan lain yang lalu-lalang ketika berbicara. Jika ya jawabnya, dia bukanlah calon yang sesuai buat kamu.

Terbatas Pergaulan

Sebagai lelaki dia tahu dia tak mudah jadi fitnah orang, tapi dia tak amalkan cara hidup bebas.

Rakan Pergaulannya


Rakan-rakan pergaulannya adalah mereka yang sepertinya.

Bertanggungjawab


Rasa tanggungjawabnya dapat diukur kepada sejauh mana dia memperuntukkan dirinya untuk parents dan ahli familynya. Jika parentsnya hidup melarat sedang dia hidup hebat, nyata dia tak bertanggungjawab.

Tenang Wajah

Apa yg tersimpan dalam sanubari kadang-kadang terpancar pada air muka. Wajahnya tenang, setenang sewaktu dia bercakap dan bertindak. Berbahagialah kamu jika diintai calon yang demikian sifatnya.







Penulis: Ustaz Nor Amin b. Sayani

Sumber: http://www.ustaznoramin.com/2010/11/tips-mencari-calon-suami-yang-baik.html

Saturday, May 21, 2011

Pesanan Buat Suami


1. Selalu menghargai usaha dan penat-lelah isteri, terutama isteri yang bekerja dan sama-sama terpaksa menanggung hutang suami.

2. Bila isteri bercakap, pandanglah mukanya dan buka telinga luas-luas. Biar apa yang dikatakannya masuk telinga kanan dan tersumbat di telinga kiri. Sambil tu otak suami kenalah memproses informasi yang diterima daripada isteri dengan bijak serta prihatin.

3. Jangan sekali-kali membandingkan masakan isteri atau cara isteri menghias rumah dengan mak anda kecuali masakan/cara menghias isteri anda lebih baik dan canggih dari emak anda..
4. Kalau pasangan dah ada anak, sama-samalah menjaga anak. Benih dari awak juga.. Ada suami, isteri sedang makan disuruh cebok kencing n berak anak sedangkan suami duduk tersandar kekenyangan macam maharaja.

5. Jangan sekali-kali duduk tersandar depan TV atau relax-relax sedangkan isteri bila balik dari kerja, buka saja kasut terus masuk dapur, memasak, mengemas, membasuh, kejar anak dsbnya. Berbulu mata dan sayu hati isteri bila kami tak cukup tangan nak menguruskan rumahtangga sedangkan suami lepas tangan.

6. Sekiranya suami makan dahulu, tinggalkan sedikit lauk utk isteri. Jangan bedal semua sampai turn isteri yang tinggal cuma ekor ikan sekerat, janggut sotong dan ekor taugeh.

7. Kalau nak ajak member bertandang ke rumah, beritau isteri dulu, kalau boleh sehari-dua in advance. Jadi bolehlah dia memasak yang best-best dan mengemas rumah cantik-cantik. Bayangkan perasaan isteri kalau tetamu datang terpacak sedangkan kain-baju masih berlonggok belum sempat dilipat, permainan anak masih berselerak dan isteri cuma masak mi maggi saja.

8. Hormatilah ibu-bapa dan kaum keluarga isteri walaupun anda cuma main wayang, bodek mereka masa nak mengurat isteri anda dulu. Jangan sekali mencaci mereka walaupun secara bergurau.

9. Jangan kedekut dengan isteri serta keperluan rumahtangga.

10. Jangan bersepah dan bersikap pengotor. Dah buka baju, letakkan dalam bakul baju kotor, dah guna cungkil gigi, buanglah dalam bakul sampah, bila dah guna ubat gigi bubuh balik penutupnya, dah ambil sesuatu barang simpan balik ditempat asal, dah berak flush. Susah sangat ke nak buat macam tu? Semua nak kena ajar ke?

11. Rajin-rajinlah bertanya isteri kalau dia perlukan bantuan anda dengan kerja rumah/menjaga anak. Tapi jangan tanya dua tahun sekali. Jangan tunjuk rajin bila ada tetamu di rumah saja.

12. Hormatilah isteri anda sebagaimana anda mahu dihormati. Isteri pun manusia. Allah berikan banyak keistimewaan kepada para isteri tapi diputar-belitkan tafsirannya oleh orang lelaki untuk kepentingan diri sendiri.

13. Jangan main kayu tiga dengan perempuan lain. Main lain lagi tak boleh. Kalau isteri awak yang buat, tentu awak tak boleh tolerate, jadi mengapa isteri awak kena tolerate kalau awak buat?

14. Kalau tak menyukai sikap atau perbuatan isteri, tegurlah secara baik, jangan asyik nak menengking saja. Kalau awak sakit nak mati nanti, siapa yang kena jaga awak? Bai jual roti? Apek jual sayur? Jiran sebelah rumah awak?

15. Kalau isteri nampak tak sihat, cepat-cepatlah bawa jumpa doktor. Tunjuklah anda mengambil berat tentang dirinya.

16. Berbincanglah dengan isteri sebelum sesuatu keputusan dibuat. Walaupun suami megah ada kuasa veto, tak jadi bapok kalau pendapat isteri diambil kira. Pokok pangkalnya ialah timbangrasa dan saling menghargai. Cubalah ketepikan ego yang keterlaluan. Bukannya laku bila dah mati nanti.

17. Dalami agama dan bimbinglah anak isteri dengan ikhlas seperti yang dituntut agama. Ingat, kalau seorang suami masuk syurga, besar kemungkinan isteri pun masuk syurga. Kalau suami masuk neraka belum tentu isteri juga masuk neraka. Kalau isteri masuk neraka, besar kemungkinan suami juga masuk NERAKA tapi kalau isteri masuk syurga belum tentu suami pun masuk syurga.

18. Berusahalah dengan ikhlas untuk mempertahankan keharmonian rumahtangga. Jangan buat apa yang isteri tak suka. Percayalah, kalau suami buat baik sekali dengan isteri, isteri balas sepuluh kali.

19. Jangan buat donno kalau isteri merajuk atau berkecil hati. Kalau perlu minta maaf, minta maaf, kalau perlu dipujuk, pujuk. Hati orang perempuan ni sensitif. Kalau kami rasa suami tak ambil kisah, perasaan bagai dihiris-hiris. Perkara yang dipandang remeh oleh suami boleh menjadi kanser kepada isteri. Kepada para suami khususnya dan kaum lelaki amnya, janganlah dianggap masalah hati dan perasaan orang perempuan ni biasa sahaja.
Allah s.w.t. berfirman, “Dan ketahuilah bahawasanya Allah mengetahui apa yang didalam hatimu, sebab itu berhati-hatilah dengan Tuhan”

Monday, May 16, 2011

•.¸¸.•´¯`•.♥ SECEBIS INGATAN BUATMU ADAM •.¸¸.•´¯`•.♥

ƸӜƷ¸¸.•¨¯`•ƸӜƷ¸¸.•¨¯`•ƸӜƷ¸¸.•¨¯`•ƸӜƷ¸¸.•¨¯`•¸¸.ƸӜƷ

´¯`•.♥ Adam...
Maafkan aku jika coretan ini memanaskan hatimu.

´¯`•.♥ Wahai Adamku...
Aku asalnya dari tulang rusukmu yang bengkok.

´¯`•.♥ Jadi, tidak hairanlah jika perjalanan hidupku sentiasa inginkan bimbingan darimu tatkala aku sentiasa mahu terpesong dari landasan... kerana aku buruan syaitan.

´¯`•.♥ Adam... Maha suci Allah yang mentakdirkan kaumku lebih ramai bilangannnya dari kaummu di akhir zaman, itulah sebenarnya ketelitian Allah dalam urusan-Nya.

´¯`•.♥ Jika bilangan kaummu mengatasi kaumku nescaya merahlah dunia kerana darah manusia, kacau bilaulah suasana kerana Adam sama Adam bermusuhan kerana Hawa.

´¯`•.♥ Buktinya cukup nyata dari peristiwa Habil dan Qabil sehinggalah pada zaman cucu-cicitnya.

´¯`•.♥ Pun jika begitu maka tidak selaraslah undang-undang Allah yang mengharuskan Adam beristeri lebih dari satu tapi tidak lebih dari empat pada satu waktu.

´¯`•.♥ Adam...
Bukan kerana ramainya isterimu yang membimbangkan aku. Bukan kerana sedikitnya bilanganmu yang merunsingkan aku.

´¯`•.♥ Tetapi... aku risau, gundah gulana menyaksikan tingkahmu.

´¯`•.♥ Aku sejak dulu lagi sudah tahu bahawa aku mesti tunduk ketika menjadi isterimu. Namun... terasa berat pula untukku menyatakan isi perkara.

´¯`•.♥ Adam...
Aku tahu bahawa dalam Al-Quran ada ayat yang menyatakan kaum lelaki adalah menguasai terhadap kaum wanita.Kau diberi amanah untuk mendidik aku.

´¯`•.♥ Kau diberi tanggungjawab untuk menjaga aku, memerhati dan mengawasi aku agar sentiasa di dalam redha Tuhanku dan Tuhanmu.

´¯`•.♥ Tapi Adam, nyata dan rata-rata apa yang sudah terjadi pada kaumku kini.Kami dibiarkan terumbang-ambing tanpa haluan, malahan engkau juga mengambil kesempatan atas kelemahanku.

´¯`•.♥ Dimana perginya keadilanmu?Asalnya Allah menghendaki aku tinggal tetap di rumah. Aku akur asalkan aku keluar dari rumah, seluruh tubuhku mesti ditutup dari hujung kaki sampai hujung rambut... tetapi realitinya kini, Hawa telah lebih dari sepatutnya.

´¯`•.♥ Adam..Mengapa kau biarkan aku begini? Apakah kau sekarang tidak lagi seperti dulu?Apakah sudah hilang kasih sucimu terhadapku?Adakah akhlak kaum Adam boleh dijadikan contoh terhadap kaum Hawa?

´¯`•.♥ Adam...Kau sebenarnya Imam dan aku adalah makmummu. Aku adalah pengikutmu kerana kau adalah ketuaku.Jika kau benar, maka benarlah aku. Jika kau lalai, lalailah aku.Kau punya kelebihan akal manakala aku kelebihan nafsu. Akalmu sembilan, nafsumu satu.Aku? Akalku satu, nafsuku sembilan.

´¯`•.♥ Oleh itu Adam...pimpinlah, bimbinglah aku kerana aku sering lupa, lalai dan alpa sehingga aku tergelincir ditolak sorong oleh nafsu dan kuncu-kuncunya.

´¯`•.♥ Bimbinglah daku untuk menyelami kalimah Allah. Perdengarkanlah daku kalimah syahdu dari Tuhanmu agar menerangi hidupku. Tiuplah ruh jihad ke dalam dadaku agar aku menjadi mujahidah kekasih Allah.

´¯`•.♥ Adam...Andainya kau masih lalai dan alpa dengan karenahmu sendiri, masih segan mengikut langkah para sahabat, masih gentar mencegar munkar, maka kita tunggu dan lihatlah, dunia ini akan hancur bila kaumku yang akan memerintah.Malulah engkau Adam, malulah engkau pada dirimu sendiri dan pada Tuhanmu yang Agung.

´¯`•.♥ Maafkan aku sekali lagi Adam...Andainya warkah yang ku layangkan ini menimbulkan amarah di dadamu.Jauh sekali niatku untuk membuat kau keliru apatah lagi menjadi buntu.

´¯`•.♥ Waspadalah Adam...
Andai auratku terdedah...andai suaraku mengatasimu... andai langkah seiringmu... andai maruahku dirobek maka engkaulah yang bakal membawaku kepada kebenaran.

´¯`•.♥ Usah dipersalahkan Hawa lantaran tewas mengemudi bahtera andai si Adam masih lena diulit mimpi..Tetapi percayalah!!! Bukan emas yang kucari... bukan berlian yang kupinta... tetapi, hanyalah hati yang tulus ikhlas darimu...

´¯`•.♥ Adam...
Dengarlah keluhan hatiku buat dirimu...
ikhlas dari Hawa abad ini..

Sumber:iluvislam.com
 
ƸӜƷ¸¸.•¨¯`•ƸӜƷ¸¸.•¨¯`•ƸӜƷ¸¸.•¨¯`•ƸӜƷ¸¸.•¨¯`•¸¸.ƸӜƷ



Sunday, May 15, 2011

La Tahzan....JANGAN bERSEDIH...Don't Be Sad

SINOPSIS

Buku La Tahzan merupakan salah satu buku self-help, buku petunjuk cara hidup, dan buku motivasi. Buku ini ditulis untuk siapa saja yang senantiasa merasa hidup dalam bayang-bayang kegelisahan, kesedihan dan kecemasan, atau orang yang selalu sulit tidur dikarenakan beban duka dan kegundahan yang semakin berat menerpa.
Buku ini akan mengatakan kepada pembacanya, “Bergembiralah dan berbahagialah!” atau “Optimislah dan tenanglah!”. Bahkan, mungkin pula ia akan berkata, “Jalani hidup ini apa adanya dengan ketulusan dan keriangan!”. Buku ini berusaha meluruskan berbagai kesalahan yang terjadi akibat penyimpangan terhadap fitrah saat berinteraksi dengan sunah-sunah Allah, sesama manusia, benda, waktu dan tempat.
Ada beberapa hal penting dari buku ini. Diantaranya adalah:
Pertama, buku ini ditulis untuk mendatangkan kebahagiaan, ketenangan, kedamaian, kelapangan hati, membuka pintu optimisme dan mengingkirkan segala kesulitan demi meraih masa depan yang lebih indah.
Buku ini merupakan pengetuk hati agar selalu ingat akan rahmat dan ampunan Allah, bertawakkal dan berbaik sangka kepada-Nya, mengimani qadha dan qadar-Nya, menjalani hidup sesuai apa adanya, melepaskan kegundahan tentang masa depan, dan mengingat nikmat Allah.
Kedua, buku ini mencoba memberikan resep-resep bagaimana mengusir rasa duka, cemas, sedih, tertekan, dan putus asa.
Ketiga, buku ini bersifat umum, alias untuk siapa saja. Singkatnya, untuk kaum muslim maupun nonmuslim. Pasalnya, pembicaraan dalam buku ini secara umum adalah berkaitan watak dan sifat naluriah dan persoalan-[ersoalan umum kejiawaan manusia. Namun begitu, buku ini tetap menempatkan Manhaj Rabbani sebagai penyuluh.
Keempat, dalam buku ini pembaca tidak akan hanya menjumpai kutipan-kutipan pernyataan dari orang-orang Timur, tetapi juga dari orang Barat

KELEBIHAN
  • Tulisan dikemas dengan gaya yang sangat variatif. Hal ini membuat buku La Tahzan lebih sedap dibaca dan tidak membosankan.
  • Bacaan memiliki banyak manfaat. Banyak sekali tulisan dan tips yang diramu menjadi tulisan yang begitu terasa khasiatnya saat dibaca.
  • Sumber-sumber bacaan sangat variatif.
  • Buku disertai penanda halaman sehingga akan memudahkan bagi pembaca dalam meneruskan bacaan yang belum terselesaikan.
MANFAAT
  • Sungguh, buku La Tahzan ini sangat bermanfaat. Buku ini dapat mengajak kita untuk tidak bersedih dan terus menjalani hidup sekaligus membuat hati kita tersentuh dengan beberapa syair yang menghiasinya. Selain itu, tips-tips untuk menjadi orang paling bahagia tersedia dalam buku ini dan siap untuk dipraktekkan. Buku La Tahzan juga menyajikan petunjuk-petunjuk yang tidak hanya bersifat duniawi saja tetapi juga bersifat ukhrawi. Jadi, buku La Tahzan pantas dibaca bagi siapa saja yang ingin lepas dari kesedihan dunia dan akhirat.

http://mynoble.wordpress.com/resensi/la-tahzan-jangan-bersedih-resensi/

 

Tuesday, May 10, 2011

~AuRaT wAnItA~

(¯`♥´¯) .♥.•¨`*♫ ✿ ܓ
´*.¸.•´♥` AURAT WANITA
●/
/▌
/ \
♥♥.•*´¨`*•. (`'•.¸ (`'•.¸*¤* ¸.•'´) ¸.•'´) .•*´¨`*•.(`'•.¸ (`'•.¸♥♥

ƸӜƷ¸¸.•¨¯`• Antara kesilapan penutupan aurat wanita hari ini :

❤ღʚįɞ✿ KESALAHAN PERTAMA :
Aurat itu adalah memakai tudung sahaja.

❤ღʚįɞ✿ KESALAHAN KEDUA :
Bertudung tetapi ber'T-Shirt' berlengan pendek.

❤ღʚįɞ✿ KESALAHAN KETIGA :
Bertudung tetapi baju kebarungnya terbelah kainnya.

❤ღʚįɞ✿ KESALAHAN KEEMPAT :
Bertudung tetapi bajunya sendat, sempit dan nipis lalu memaparkan bentuk kawasan-kawasan mudah 'menggoda'.

❤ღʚįɞ✿ KESALAHAN KELIMA :
Bertudung tetapi amat longgar dan menayangkan jambul dan hujung rambutnya.

❤ღʚįɞ✿ KESALAHAN KEENAM :
Bertudung tetapi hanya memakainya di pejabat sahaja. Tidak di sekitar rumah, pasaraya dan sebagainya.

❤ღʚįɞ✿ KESALAHAN KETUJUH :
Bertudung tetapi tudungnya dilempar ke belakang leher, maka terdedahlah dadanya dari ditutupi kain tudung.

❤ღʚįɞ✿ KESALAHAN KELAPAN :
Bertudung tetapi dengan tudung yang amat nipis sehingga boleh diihat sanggul, leher, tengkuk dan dadanya.

❤ღʚįɞ✿ Sebahagian wanita menyangka bahawa tutup aurat tu adalah tutup rambut sahaja. Ia adalah tidak tepat sama sekali. Asasnya adalah dari firman Allah SWT:

وَقُل لِّلۡمُؤۡمِنَـٰتِ يَغۡضُضۡنَ مِنۡ أَبۡصَـٰرِهِنَّ وَيَحۡفَظۡنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبۡدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنۡهَا‌ۖ وَلۡيَضۡرِبۡنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِہِنَّ‌ۖ وَلَا يُبۡدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوۡ ءَابَآٮِٕهِنَّ أَوۡ ءَابَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوۡ أَبۡنَآٮِٕهِنَّ أَوۡ أَبۡنَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوۡ إِخۡوَٲنِهِنَّ أَوۡ بَنِىٓ إِخۡوَٲنِهِنَّ أَوۡ بَنِىٓ أَخَوَٲتِهِنَّ أَوۡ نِسَآٮِٕهِنَّ أَوۡ مَا مَلَكَتۡ أَيۡمَـٰنُهُنَّ أَوِ ٱلتَّـٰبِعِينَ غَيۡرِ أُوْلِى ٱلۡإِرۡبَةِ مِنَ ٱلرِّجَالِ أَوِ ٱلطِّفۡلِ ٱلَّذِينَ لَمۡ يَظۡهَرُواْ عَلَىٰ عَوۡرَٲتِ ٱلنِّسَآءِ‌ۖ وَلَا يَضۡرِبۡنَ بِأَرۡجُلِهِنَّ لِيُعۡلَمَ مَا
يُخۡفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ‌ۚ وَتُوبُوٓاْ إِلَى ٱللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ

Ertinya :
Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram) dan memelihara kehormatan mereka dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya; dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka atau bapa mereka atau bapa mertua mereka atau anak-anak mereka, atau anak-anak tiri mereka atau saudara-saudara mereka atau anak bagi saudara-saudara mereka yang lelaki atau anak bagi saudara-saudara mereka yang perempuan, atau perempuan-perempuan Islam atau hamba-hamba mereka atau orang gaji dari orang-orang lelaki yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan atau kanak-kanak yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu berjaya
(Surah An-Nur 24: Ayat Ke 31)

Sunday, April 24, 2011

Rahsia Cinta


When the self is made strong by love
Its power rules the whole world
The heavenly sage who adorned the sky with stars
Flunked these buds from the bough of the self
Its hand becames God's hand
The moon is split by its fingers
It's the arbitrator in all the quarrels of the world.

Apabila diri menjadi kuat dengan cinta
Kuasanya menguasai seluruh dunia
Langit yang menghiasi angkasa dengan bintang
Mencantas putik ini dari dahan diri
Tangannya menjadi tangan Tuhan
Bulan terbelah dengan jari-jemarinya
Dialah penimbang tara pada semua sengketa dunia...

~MUHAMMAD IQBAL~
- Itulah rahsia cinta. Cinta menjadikan yg jauh menjadi dekat, yg berat menjadi ringan dn yg pahit mnjadi manis. sebaliknya, kebencian menjadikan yg dekat mnjadi jauh, yg ringan menjadi berat dn yg manis menjadi pahit.

Wednesday, April 20, 2011

Sebelum Kamu Bertaaruf



Wahai ikhwan jangan mudah untuk kau mengatakan ta’aruf dengan seseorang. Fahami duhulu apa erti ta’aruf itu sebenarnya sebelum kau berani mengatakannya. Jangan dikotori sucinya makna ta’aruf itu sendiri, sebuah syariat harus ditegakkan untuk itu lebih baik diam jika belum sedia untuk menjalaninya.
Mampukah setiap dari kita memikul semua perasaan cinta dan kasih sayang yang benar-benar sesuai dengan syariat?   Cinta harus diuruskan dengan baik, terutama cinta pada Allah SWT, Rasulullah SAW, cinta terhadap orang-orang soleh dan beriman. Jadi tidak harus memberi cinta secara murahan atau bahkan melanggar syariat Allah SWT.
Bagaimanakah ciri – ciri  ta’aruf Islami yang sebenar dalam mencipta rumah tangga:
.
1.Melakukan Istikharoh dengan sekhusyuk-khusyuknya
Setelah anda mendapatkan data dan foto, lakukanlah istikharah dengan sebaik-baiknya, agar Allah SWT memberikan jawapan yang terbaik. Dalam melakukan istikharah ini, janganlah ada kecenderungan pada calon yang diberikan kepada kita. Tapi ikhlaskanlah semua keputusannya pada Allah SWT. Luruskan niat kita, bahawa kita berkahwin atas alasan benar-benar ingin membentuk rumah tangga yang sakinah mawaddah warohmah. Seseorang biasanya akan mendapat sesuatu sesuai dengan apa yang diniatkannya.

2.Menentukan Jadual Pertemuan (ta’aruf Islami)
Setelah data peribadi didapatkan maka perlu adanya sebuah pertemuan yang diatur oleh murabbi masing2 pihak

3.Gali pertanyaan sedalam-dalamnya
Setelah bertemu, hendaklah didampingi murabbi masing – masing , lalu saling bertanya sedalam-dalamnya,   dari maklumat peribadi, keluarga, hobi, penyakit yang diderita, visi dan misi tentang rumah tangga. Biasanya pada tahap ini, baik perempuan mahupun lelaki agak malu-malu dan gementar, maklumlah tidak mengenal sebelumnya. Tetapi dengan berjalannya waktu, semua akan menjadi cair. Peranan pembimbing juga sangat diperlukan untuk mencairkan suasana. Jadi, suasana tidak akan menjadi kaku dan terlalu serius. Diperlukan suasana humor, santai namun tetap serius.
Pihak lelaki mahupun perempuan harus bertanya sedalam-dalamnya, jangan disembunyikan. Pada tahap ini, biasanya pertanyaan-pertanyaan pun akan mengalir.

4.Menentukan waktu ta’aruf dengan keluarga Perempuan
Setelah melakukan ta’aruf dan menggali pertanyaan-pertanyaan sedalam-dalamnya, dan pihak lelaki merasakan adanya keserasian visi dan misi dengan calon perempuan, maka pihak lelaki pun harus segera untuk melakukan ta’aruf ke rumah pihak perempuan, untuk berkenalan dengan keluarganya..  Namun ingat, pihak lelaki  jangan datang seorang diri,  untuk menghindarkan fitnah dan untuk membezakan dengan orang yang bercouple.

5.Keluarga pihak lelaki  mengundang silaturahim pihak perempuan ke rumahnya
Dalam hal berkahwin tanpa bercouple, adalah wajar jika orang tua pihak lelaki  ingin mengenal calon menantunya (akhwat). Sebaiknya ketika datang ke rumah pihak lelaki, pihak perempuan juga tidak bersendirian, untuk menghindari terjadinya fitnah.

6.Menentukan Waktu Khitbah 
Setelah terjadinya hubungan silaturahim dikedua belah pihak, dan sudah ada keserasian visi dan misi dari pihak lelaki dan perempuan,  juga dengan keluarganya, maka janganlah tunggu lama-lama. Segeralah menentukan  waktu untuk mengkhitbah akhwat (memimang/melamar pihak perempuan). Jarak waktu antara ta’aruf dengan khitbah, sebaiknya tidak terlalu lama, kerana takut menimbulkan fitnah.

7.Tentukan waktu dan tempat pernikahan
Pada prinsipnya semua hari dan bulan dalam Islam adalah baik. Jadi hindarkanlah mencari tanggal dan bulan baik, kerana takut jatuh ke arah syirik. Lakukan pernikahan sesuai yang dicontohkan Rasulullah SAW, iaitu sederhana, mengundang anak yatim, memisahkan antara tetamu lelaki dan wanita, pengantin wanita tidak bertabarruj (berdandan), makanan dan minuman juga tidak berlebihan.

Semoga dengan menjalankan ciri – ciri  ta’aruf secara Islam di atas, Insya Allah akan terbentuk rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah… Yang menjadi dambaan setiap keluarga muslim baik di dunia mahupun diakhirat.


Sumber: Sebelum kamu Mengatakan Ta'aruf | Paradigma MUKMIN http://akuislam.com/blog/renungan/sebelum-kamu-bertaaruf/#ixzz1K7BoChog

Monday, April 18, 2011

7 Seni Memikat Pilihan Hati

Berikut adalah seni-seni memikat yang selaras dengan kehendak Islam. Al-Fadhil al-Ustaz Rusli Md. Zain al-Farqawi, Mudir Darul Quran Klang, Selangor akan menghuraikan tujuh perkara yang perlu diberi perhatian:

1- Yakin dan bukan menunjuk-nunjuk : memikat dan menarik calon pilihan hati haruslah dengan yakin supaya yang dipikat tidak berasa tertipu. Jika ada unsur kepura-puraan, wanita mungkin akan teraniaya. Hubungan yang ada unsur menipu ini atau cinta monyet biasanya tidak bertahan lama.


2- Permerhatian :
 pemerhatian mestilah yang dibenarkan dalam Islam iaitu melalui pemerhatian jauh atau merisik. Gunakan orang tengah yang kita percaya untuk menyelidik latar belakang calon pilihan kita.


3- Pembuktian :
 calon yang hendak dipikat telah dipersetujui. Calon juga tahu yang kita sedang memikatnya. Buktikan kesungguhan kita memikatnya.


4- Keikhlasan :
 memikat biarlah secara semulajadi. Tidak perlu menggunakan skrip. Persahatan mestilah kerana Allah. Teguran yang dilakukan pasangan mestilah kerana Allah tanpa ada unsur-unsur cemburu, dengki dan bernafsu.


5- Penambahbaikan : 
perhubungan tidak semestinya memerlukan jangka masa panjang. Pada waktu ini, syaitan cuba menggoda supaya kita menyimpang. Oleh itu, ilmu mesti disisipkan dalam sesuatu perhubungan.


6- Konsisten (Istiqamah) : terima kelebihan dan kekurangan pasangan kita serta keluarganya. Setiap pasangan akan diuji dengan pelbagai ujian. Walau apa pun yang berlaku, perasaan kita terhadap pasangan haruslah konsisten.


7- Elakkan cinta monyet : 
cinta monyet hanya sebentar. Antara ciri cinta monyet ialah bertukar-tukar pasangan dan syok sendiri. Dalam cinta monyet, wanitalah yang akan teraniaya.


Tindakan Selepas Berjaya Dipikat

1- Kelangsungan dan kesinambungan : 
setelah melalui semua proses di atas, sesuatu perhubungan mestilah disegerakan (dilangsungkan proses perkahwinan) bagi menutup pintu-pintu fitnah dan dosa.


2- Kurangkan pertemuan : ini bagi mengelakkan timbulnya fitnah dan prasangka buruk semua pihak.


3- Tingkatkan perancangan : pada masa yang sama, pasangan haruslah berusaha meningkatkan kefahaman terhadap diri pasangan masing-masing. Telitikan perancangan untuk berumah tangga kelak.


4- Tingkatkan kekerapan menghadiri majlis agama : kursus perkahwinan mesti disusulkan dengan menghadiri kuliah-kuliah agama yang lain untuk memantapkan iman. Bacalah buku-buku agama terutama yang berkaitan institusi berumah tangga.


5- Mendekati Tilawah al-Quran : 
pasangan sepatutnya belajar al-Quran dari satu juzuk hingga 30 juzuk sebelum berkahwin. Majlis khatam al-Quran haruslah dilakukan oleh si lelaki mahupun perempuan. Yang banyak berlaku ialah hanya pengantin perempuan sahaja yang melakukan majlis khatam al-Quran pada majlis perkahwinan mereka.


6- Berdoa selepas membaca al-Quran :
 Sabda Nabi Muhammad SAW, “Berdoa sesudah membaca al-Quran akan diaminkan 4000 malaikat manakala berdoa sesudah khatam al-Quran pula akan diaminkan oleh 60 000 malaikat Allah.” (Riwayat ad-Damiri dan ad-Dailami) 

Amalkan juga solat sunat dhuha, membaca Ayat Seribu Dinar dan surah al-Waqiah setiap hari sebelum dan selepas dipikat.


7- Kukuhkan ekonomi : Pasangan harus meningkatkan ekonomi mereka seperti mencari pekerjaan yang stabil, meningkatkan produktiviti pekerjaan dan sebagainya.


8- Tingkatkan kualiti kerjaya :
 Jangan pula apabila berkahwin, kualiti kerja kita merosot kerana terlebih fokus kepada isteri. Kualiti kerja perlu lebih maju sehingga boleh diberi penghargaan seperti kenaikan pangkat atau dijadikan contoh kepada pekerja-pekerja lain.


9- Cari kualiti masa : 
Buatlah pembaikan dari semasa ke semasa terhadap pasangan masing-masing. Bertanya khabar amat penting supaya pasangan tidak berasa terabai. Berikan kata-kata pembina semangat, bukan ungkapan rindu yang boleh menaikkan nafsu syahwat.


10- Letakkan moto kehidupan :
 Nabi SAW ada mengingatkan kita iaitu lima perkara sebelum lima perkara: Sihat sebelum sakit, muda sebelum tua, kaya sebelum miskin, lapang sebelum sibuk dan hidup sebelum mati.



sumber : Portal Islam Murabbi