Sunday, May 15, 2011

La Tahzan....JANGAN bERSEDIH...Don't Be Sad

SINOPSIS

Buku La Tahzan merupakan salah satu buku self-help, buku petunjuk cara hidup, dan buku motivasi. Buku ini ditulis untuk siapa saja yang senantiasa merasa hidup dalam bayang-bayang kegelisahan, kesedihan dan kecemasan, atau orang yang selalu sulit tidur dikarenakan beban duka dan kegundahan yang semakin berat menerpa.
Buku ini akan mengatakan kepada pembacanya, “Bergembiralah dan berbahagialah!” atau “Optimislah dan tenanglah!”. Bahkan, mungkin pula ia akan berkata, “Jalani hidup ini apa adanya dengan ketulusan dan keriangan!”. Buku ini berusaha meluruskan berbagai kesalahan yang terjadi akibat penyimpangan terhadap fitrah saat berinteraksi dengan sunah-sunah Allah, sesama manusia, benda, waktu dan tempat.
Ada beberapa hal penting dari buku ini. Diantaranya adalah:
Pertama, buku ini ditulis untuk mendatangkan kebahagiaan, ketenangan, kedamaian, kelapangan hati, membuka pintu optimisme dan mengingkirkan segala kesulitan demi meraih masa depan yang lebih indah.
Buku ini merupakan pengetuk hati agar selalu ingat akan rahmat dan ampunan Allah, bertawakkal dan berbaik sangka kepada-Nya, mengimani qadha dan qadar-Nya, menjalani hidup sesuai apa adanya, melepaskan kegundahan tentang masa depan, dan mengingat nikmat Allah.
Kedua, buku ini mencoba memberikan resep-resep bagaimana mengusir rasa duka, cemas, sedih, tertekan, dan putus asa.
Ketiga, buku ini bersifat umum, alias untuk siapa saja. Singkatnya, untuk kaum muslim maupun nonmuslim. Pasalnya, pembicaraan dalam buku ini secara umum adalah berkaitan watak dan sifat naluriah dan persoalan-[ersoalan umum kejiawaan manusia. Namun begitu, buku ini tetap menempatkan Manhaj Rabbani sebagai penyuluh.
Keempat, dalam buku ini pembaca tidak akan hanya menjumpai kutipan-kutipan pernyataan dari orang-orang Timur, tetapi juga dari orang Barat

KELEBIHAN
  • Tulisan dikemas dengan gaya yang sangat variatif. Hal ini membuat buku La Tahzan lebih sedap dibaca dan tidak membosankan.
  • Bacaan memiliki banyak manfaat. Banyak sekali tulisan dan tips yang diramu menjadi tulisan yang begitu terasa khasiatnya saat dibaca.
  • Sumber-sumber bacaan sangat variatif.
  • Buku disertai penanda halaman sehingga akan memudahkan bagi pembaca dalam meneruskan bacaan yang belum terselesaikan.
MANFAAT
  • Sungguh, buku La Tahzan ini sangat bermanfaat. Buku ini dapat mengajak kita untuk tidak bersedih dan terus menjalani hidup sekaligus membuat hati kita tersentuh dengan beberapa syair yang menghiasinya. Selain itu, tips-tips untuk menjadi orang paling bahagia tersedia dalam buku ini dan siap untuk dipraktekkan. Buku La Tahzan juga menyajikan petunjuk-petunjuk yang tidak hanya bersifat duniawi saja tetapi juga bersifat ukhrawi. Jadi, buku La Tahzan pantas dibaca bagi siapa saja yang ingin lepas dari kesedihan dunia dan akhirat.

http://mynoble.wordpress.com/resensi/la-tahzan-jangan-bersedih-resensi/

 

Tuesday, May 10, 2011

~AuRaT wAnItA~

(¯`♥´¯) .♥.•¨`*♫ ✿ ܓ
´*.¸.•´♥` AURAT WANITA
●/
/▌
/ \
♥♥.•*´¨`*•. (`'•.¸ (`'•.¸*¤* ¸.•'´) ¸.•'´) .•*´¨`*•.(`'•.¸ (`'•.¸♥♥

ƸӜƷ¸¸.•¨¯`• Antara kesilapan penutupan aurat wanita hari ini :

❤ღʚįɞ✿ KESALAHAN PERTAMA :
Aurat itu adalah memakai tudung sahaja.

❤ღʚįɞ✿ KESALAHAN KEDUA :
Bertudung tetapi ber'T-Shirt' berlengan pendek.

❤ღʚįɞ✿ KESALAHAN KETIGA :
Bertudung tetapi baju kebarungnya terbelah kainnya.

❤ღʚįɞ✿ KESALAHAN KEEMPAT :
Bertudung tetapi bajunya sendat, sempit dan nipis lalu memaparkan bentuk kawasan-kawasan mudah 'menggoda'.

❤ღʚįɞ✿ KESALAHAN KELIMA :
Bertudung tetapi amat longgar dan menayangkan jambul dan hujung rambutnya.

❤ღʚįɞ✿ KESALAHAN KEENAM :
Bertudung tetapi hanya memakainya di pejabat sahaja. Tidak di sekitar rumah, pasaraya dan sebagainya.

❤ღʚįɞ✿ KESALAHAN KETUJUH :
Bertudung tetapi tudungnya dilempar ke belakang leher, maka terdedahlah dadanya dari ditutupi kain tudung.

❤ღʚįɞ✿ KESALAHAN KELAPAN :
Bertudung tetapi dengan tudung yang amat nipis sehingga boleh diihat sanggul, leher, tengkuk dan dadanya.

❤ღʚįɞ✿ Sebahagian wanita menyangka bahawa tutup aurat tu adalah tutup rambut sahaja. Ia adalah tidak tepat sama sekali. Asasnya adalah dari firman Allah SWT:

وَقُل لِّلۡمُؤۡمِنَـٰتِ يَغۡضُضۡنَ مِنۡ أَبۡصَـٰرِهِنَّ وَيَحۡفَظۡنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبۡدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنۡهَا‌ۖ وَلۡيَضۡرِبۡنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِہِنَّ‌ۖ وَلَا يُبۡدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوۡ ءَابَآٮِٕهِنَّ أَوۡ ءَابَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوۡ أَبۡنَآٮِٕهِنَّ أَوۡ أَبۡنَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوۡ إِخۡوَٲنِهِنَّ أَوۡ بَنِىٓ إِخۡوَٲنِهِنَّ أَوۡ بَنِىٓ أَخَوَٲتِهِنَّ أَوۡ نِسَآٮِٕهِنَّ أَوۡ مَا مَلَكَتۡ أَيۡمَـٰنُهُنَّ أَوِ ٱلتَّـٰبِعِينَ غَيۡرِ أُوْلِى ٱلۡإِرۡبَةِ مِنَ ٱلرِّجَالِ أَوِ ٱلطِّفۡلِ ٱلَّذِينَ لَمۡ يَظۡهَرُواْ عَلَىٰ عَوۡرَٲتِ ٱلنِّسَآءِ‌ۖ وَلَا يَضۡرِبۡنَ بِأَرۡجُلِهِنَّ لِيُعۡلَمَ مَا
يُخۡفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ‌ۚ وَتُوبُوٓاْ إِلَى ٱللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ

Ertinya :
Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram) dan memelihara kehormatan mereka dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya; dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka atau bapa mereka atau bapa mertua mereka atau anak-anak mereka, atau anak-anak tiri mereka atau saudara-saudara mereka atau anak bagi saudara-saudara mereka yang lelaki atau anak bagi saudara-saudara mereka yang perempuan, atau perempuan-perempuan Islam atau hamba-hamba mereka atau orang gaji dari orang-orang lelaki yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan atau kanak-kanak yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu berjaya
(Surah An-Nur 24: Ayat Ke 31)

Sunday, April 24, 2011

Rahsia Cinta


When the self is made strong by love
Its power rules the whole world
The heavenly sage who adorned the sky with stars
Flunked these buds from the bough of the self
Its hand becames God's hand
The moon is split by its fingers
It's the arbitrator in all the quarrels of the world.

Apabila diri menjadi kuat dengan cinta
Kuasanya menguasai seluruh dunia
Langit yang menghiasi angkasa dengan bintang
Mencantas putik ini dari dahan diri
Tangannya menjadi tangan Tuhan
Bulan terbelah dengan jari-jemarinya
Dialah penimbang tara pada semua sengketa dunia...

~MUHAMMAD IQBAL~
- Itulah rahsia cinta. Cinta menjadikan yg jauh menjadi dekat, yg berat menjadi ringan dn yg pahit mnjadi manis. sebaliknya, kebencian menjadikan yg dekat mnjadi jauh, yg ringan menjadi berat dn yg manis menjadi pahit.

Wednesday, April 20, 2011

Sebelum Kamu Bertaaruf



Wahai ikhwan jangan mudah untuk kau mengatakan ta’aruf dengan seseorang. Fahami duhulu apa erti ta’aruf itu sebenarnya sebelum kau berani mengatakannya. Jangan dikotori sucinya makna ta’aruf itu sendiri, sebuah syariat harus ditegakkan untuk itu lebih baik diam jika belum sedia untuk menjalaninya.
Mampukah setiap dari kita memikul semua perasaan cinta dan kasih sayang yang benar-benar sesuai dengan syariat?   Cinta harus diuruskan dengan baik, terutama cinta pada Allah SWT, Rasulullah SAW, cinta terhadap orang-orang soleh dan beriman. Jadi tidak harus memberi cinta secara murahan atau bahkan melanggar syariat Allah SWT.
Bagaimanakah ciri – ciri  ta’aruf Islami yang sebenar dalam mencipta rumah tangga:
.
1.Melakukan Istikharoh dengan sekhusyuk-khusyuknya
Setelah anda mendapatkan data dan foto, lakukanlah istikharah dengan sebaik-baiknya, agar Allah SWT memberikan jawapan yang terbaik. Dalam melakukan istikharah ini, janganlah ada kecenderungan pada calon yang diberikan kepada kita. Tapi ikhlaskanlah semua keputusannya pada Allah SWT. Luruskan niat kita, bahawa kita berkahwin atas alasan benar-benar ingin membentuk rumah tangga yang sakinah mawaddah warohmah. Seseorang biasanya akan mendapat sesuatu sesuai dengan apa yang diniatkannya.

2.Menentukan Jadual Pertemuan (ta’aruf Islami)
Setelah data peribadi didapatkan maka perlu adanya sebuah pertemuan yang diatur oleh murabbi masing2 pihak

3.Gali pertanyaan sedalam-dalamnya
Setelah bertemu, hendaklah didampingi murabbi masing – masing , lalu saling bertanya sedalam-dalamnya,   dari maklumat peribadi, keluarga, hobi, penyakit yang diderita, visi dan misi tentang rumah tangga. Biasanya pada tahap ini, baik perempuan mahupun lelaki agak malu-malu dan gementar, maklumlah tidak mengenal sebelumnya. Tetapi dengan berjalannya waktu, semua akan menjadi cair. Peranan pembimbing juga sangat diperlukan untuk mencairkan suasana. Jadi, suasana tidak akan menjadi kaku dan terlalu serius. Diperlukan suasana humor, santai namun tetap serius.
Pihak lelaki mahupun perempuan harus bertanya sedalam-dalamnya, jangan disembunyikan. Pada tahap ini, biasanya pertanyaan-pertanyaan pun akan mengalir.

4.Menentukan waktu ta’aruf dengan keluarga Perempuan
Setelah melakukan ta’aruf dan menggali pertanyaan-pertanyaan sedalam-dalamnya, dan pihak lelaki merasakan adanya keserasian visi dan misi dengan calon perempuan, maka pihak lelaki pun harus segera untuk melakukan ta’aruf ke rumah pihak perempuan, untuk berkenalan dengan keluarganya..  Namun ingat, pihak lelaki  jangan datang seorang diri,  untuk menghindarkan fitnah dan untuk membezakan dengan orang yang bercouple.

5.Keluarga pihak lelaki  mengundang silaturahim pihak perempuan ke rumahnya
Dalam hal berkahwin tanpa bercouple, adalah wajar jika orang tua pihak lelaki  ingin mengenal calon menantunya (akhwat). Sebaiknya ketika datang ke rumah pihak lelaki, pihak perempuan juga tidak bersendirian, untuk menghindari terjadinya fitnah.

6.Menentukan Waktu Khitbah 
Setelah terjadinya hubungan silaturahim dikedua belah pihak, dan sudah ada keserasian visi dan misi dari pihak lelaki dan perempuan,  juga dengan keluarganya, maka janganlah tunggu lama-lama. Segeralah menentukan  waktu untuk mengkhitbah akhwat (memimang/melamar pihak perempuan). Jarak waktu antara ta’aruf dengan khitbah, sebaiknya tidak terlalu lama, kerana takut menimbulkan fitnah.

7.Tentukan waktu dan tempat pernikahan
Pada prinsipnya semua hari dan bulan dalam Islam adalah baik. Jadi hindarkanlah mencari tanggal dan bulan baik, kerana takut jatuh ke arah syirik. Lakukan pernikahan sesuai yang dicontohkan Rasulullah SAW, iaitu sederhana, mengundang anak yatim, memisahkan antara tetamu lelaki dan wanita, pengantin wanita tidak bertabarruj (berdandan), makanan dan minuman juga tidak berlebihan.

Semoga dengan menjalankan ciri – ciri  ta’aruf secara Islam di atas, Insya Allah akan terbentuk rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah… Yang menjadi dambaan setiap keluarga muslim baik di dunia mahupun diakhirat.


Sumber: Sebelum kamu Mengatakan Ta'aruf | Paradigma MUKMIN http://akuislam.com/blog/renungan/sebelum-kamu-bertaaruf/#ixzz1K7BoChog

Monday, April 18, 2011

7 Seni Memikat Pilihan Hati

Berikut adalah seni-seni memikat yang selaras dengan kehendak Islam. Al-Fadhil al-Ustaz Rusli Md. Zain al-Farqawi, Mudir Darul Quran Klang, Selangor akan menghuraikan tujuh perkara yang perlu diberi perhatian:

1- Yakin dan bukan menunjuk-nunjuk : memikat dan menarik calon pilihan hati haruslah dengan yakin supaya yang dipikat tidak berasa tertipu. Jika ada unsur kepura-puraan, wanita mungkin akan teraniaya. Hubungan yang ada unsur menipu ini atau cinta monyet biasanya tidak bertahan lama.


2- Permerhatian :
 pemerhatian mestilah yang dibenarkan dalam Islam iaitu melalui pemerhatian jauh atau merisik. Gunakan orang tengah yang kita percaya untuk menyelidik latar belakang calon pilihan kita.


3- Pembuktian :
 calon yang hendak dipikat telah dipersetujui. Calon juga tahu yang kita sedang memikatnya. Buktikan kesungguhan kita memikatnya.


4- Keikhlasan :
 memikat biarlah secara semulajadi. Tidak perlu menggunakan skrip. Persahatan mestilah kerana Allah. Teguran yang dilakukan pasangan mestilah kerana Allah tanpa ada unsur-unsur cemburu, dengki dan bernafsu.


5- Penambahbaikan : 
perhubungan tidak semestinya memerlukan jangka masa panjang. Pada waktu ini, syaitan cuba menggoda supaya kita menyimpang. Oleh itu, ilmu mesti disisipkan dalam sesuatu perhubungan.


6- Konsisten (Istiqamah) : terima kelebihan dan kekurangan pasangan kita serta keluarganya. Setiap pasangan akan diuji dengan pelbagai ujian. Walau apa pun yang berlaku, perasaan kita terhadap pasangan haruslah konsisten.


7- Elakkan cinta monyet : 
cinta monyet hanya sebentar. Antara ciri cinta monyet ialah bertukar-tukar pasangan dan syok sendiri. Dalam cinta monyet, wanitalah yang akan teraniaya.


Tindakan Selepas Berjaya Dipikat

1- Kelangsungan dan kesinambungan : 
setelah melalui semua proses di atas, sesuatu perhubungan mestilah disegerakan (dilangsungkan proses perkahwinan) bagi menutup pintu-pintu fitnah dan dosa.


2- Kurangkan pertemuan : ini bagi mengelakkan timbulnya fitnah dan prasangka buruk semua pihak.


3- Tingkatkan perancangan : pada masa yang sama, pasangan haruslah berusaha meningkatkan kefahaman terhadap diri pasangan masing-masing. Telitikan perancangan untuk berumah tangga kelak.


4- Tingkatkan kekerapan menghadiri majlis agama : kursus perkahwinan mesti disusulkan dengan menghadiri kuliah-kuliah agama yang lain untuk memantapkan iman. Bacalah buku-buku agama terutama yang berkaitan institusi berumah tangga.


5- Mendekati Tilawah al-Quran : 
pasangan sepatutnya belajar al-Quran dari satu juzuk hingga 30 juzuk sebelum berkahwin. Majlis khatam al-Quran haruslah dilakukan oleh si lelaki mahupun perempuan. Yang banyak berlaku ialah hanya pengantin perempuan sahaja yang melakukan majlis khatam al-Quran pada majlis perkahwinan mereka.


6- Berdoa selepas membaca al-Quran :
 Sabda Nabi Muhammad SAW, “Berdoa sesudah membaca al-Quran akan diaminkan 4000 malaikat manakala berdoa sesudah khatam al-Quran pula akan diaminkan oleh 60 000 malaikat Allah.” (Riwayat ad-Damiri dan ad-Dailami) 

Amalkan juga solat sunat dhuha, membaca Ayat Seribu Dinar dan surah al-Waqiah setiap hari sebelum dan selepas dipikat.


7- Kukuhkan ekonomi : Pasangan harus meningkatkan ekonomi mereka seperti mencari pekerjaan yang stabil, meningkatkan produktiviti pekerjaan dan sebagainya.


8- Tingkatkan kualiti kerjaya :
 Jangan pula apabila berkahwin, kualiti kerja kita merosot kerana terlebih fokus kepada isteri. Kualiti kerja perlu lebih maju sehingga boleh diberi penghargaan seperti kenaikan pangkat atau dijadikan contoh kepada pekerja-pekerja lain.


9- Cari kualiti masa : 
Buatlah pembaikan dari semasa ke semasa terhadap pasangan masing-masing. Bertanya khabar amat penting supaya pasangan tidak berasa terabai. Berikan kata-kata pembina semangat, bukan ungkapan rindu yang boleh menaikkan nafsu syahwat.


10- Letakkan moto kehidupan :
 Nabi SAW ada mengingatkan kita iaitu lima perkara sebelum lima perkara: Sihat sebelum sakit, muda sebelum tua, kaya sebelum miskin, lapang sebelum sibuk dan hidup sebelum mati.



sumber : Portal Islam Murabbi

Saturday, April 16, 2011

ZIKIR-ZIKIR SAHIH SELEPAS SOLAT



Dzikir-dzikir Setelah Salam dari Shalat Wajib

Diantara dzikir-dzikir yang sifatnya muqayyad adalah dzikir setelah salam dari shalat wajib. Setelah selesai mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri, kita disunnahkan membaca dzikir, yaitu sebagai berikut:

1. Membaca:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ أَسْتَغْفِرُ اللهَ أَسْتَغْفِرُ اللهَ اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ

“Aku meminta ampunan kepada Allah (tiga kali). Ya Allah, Engkaulah As-Salaam (Yang selamat dari kejelekan-kejelekan, kekurangan-kekurangan dan kerusakan-kerusakan) dan dari-Mu as-salaam (keselamatan), Maha Berkah Engkau Wahai Dzat Yang Maha Agung dan Maha Baik.” (HR. Muslim 1/414)

2. Membaca:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ, اللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

“Tiada tuhan yang berhak diibadahi selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kerajaan, dan pujian, dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang dapat menolak terhadap apa yang Engkau beri dan tidak ada yang dapat memberi terhadap apa yang Engkau tolak dan orang yang memiliki kekayaan tidak dapat menghalangi dari siksa-Mu.” (HR. Al-Bukhariy 1/255 dan Muslim 414)

3. Membaca:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ

“Tiada tuhan yang berhak diibadahi selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kerajaan, dan pujian, dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Tiada daya dan upaya serta kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah dan kami tidak beribadah kecuali kepada Allah, milik-Nya-lah segala kenikmatan, karunia, dan sanjungan yang baik, tiada tuhan yang berhak diibadahi selain Allah, kami mengikhlashkan agama untuk-Nya walaupun orang-orang kafir benci.” (HR. Muslim 1/415)

4. Membaca:

سُبْحَانَ اللهُ

“Maha Suci Allah.” (tiga puluh tiga kali)

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ

“Segala puji bagi Allah.” (tiga puluh tiga kali)

اَللهُ أَكْبَرُ

“Allah Maha Besar.” (tiga puluh tiga kali)

Kemudian dilengkapi menjadi seratus dengan membaca,

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

“Tiada tuhan yang berhak diibadahi selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kerajaan, dan pujian, dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu.”

“Barangsiapa mengucapkan dzikir ini setelah selesai dari setiap shalat wajib, maka diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan. (HR. Muslim 1/418 dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Ada dua sifat (amalan) yang tidaklah seorang muslim menjaga keduanya (yaitu senantiasa mengamalkannya, pent) kecuali dia akan masuk jannah, dua amalan itu (sebenarnya) mudah, akan tetapi yang mengamalkannya sedikit, (dua amalan tersebut adalah): mensucikan Allah Ta’ala setelah selesai dari setiap shalat wajib sebanyak sepuluh kali (maksudnya membaca Subhaanallaah), memujinya (membaca Alhamdulillaah) sepuluh kali, dan bertakbir (membaca Allaahu Akbar) sepuluh kali, maka itulah jumlahnya 150 kali (dalam lima kali shalat sehari semalam, pent) diucapkan oleh lisan, akan tetapi menjadi 1500 dalam timbangan (di akhirat). Dan amalan yang kedua, bertakbir 34 kali ketika hendak tidur, bertahmid 33 kali dan bertasbih 33 kali (atau boleh tasbih dulu, tahmid baru takbir, pent), maka itulah 100 kali diucapkan oleh lisan dan 1000 kali dalam timbangan.”

Ibnu ‘Umar berkata, “Sungguh aku telah melihat Rasulullah menekuk tangan (yaitu jarinya) ketika mengucapkan dzikir-dzikir tersebut.”

Para shahabat bertanya, “Ya Rasulullah, bagaimana dikatakan bahwa kedua amalan tersebut ringan/mudah akan tetapi sedikit yang mengamalkannya?“

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Syaithan mendatangi salah seorang dari kalian ketika hendak tidur, lalu menjadikannya tertidur sebelum mengucapkan dzikir-dzikir tersebut, dan syaithan pun mendatanginya di dalam shalatnya (maksudnya setelah shalat), lalu mengingatkannya tentang kebutuhannya (lalu dia pun pergi) sebelum mengucapkannya.” (Hadits Shahih Riwayat Abu Dawud no.5065, At-Tirmidziy no.3471, An-Nasa`iy 3/74-75, Ibnu Majah no.926 dan Ahmad 2/161,205, lihat Shahiih Kitaab Al-Adzkaar, karya Asy-Syaikh Salim Al-Hilaliy 1/204)

Kita boleh berdzikir dengan tasbih, tahmid dan takbir masing-masing 33 kali dengan ditambah tahlil satu kali atau masing-masing 10 kali, yang penting konsisten, jika memilih yang 10 kali maka dalam satu hari kita memakai dzikir yang 10 kali tersebut.

Hadits ini selayaknya diperhatikan oleh kita semua, jangan sampai amalan yang sebenarnya mudah, tidak bisa kita amalkan.

Tentunya amalan/ibadah semudah apapun tidak akan terwujud kecuali dengan pertolongan Allah. Setiap beramal apapun seharusnya kita meminta pertolongan kepada Allah, dalam rangka merealisasikan firman Allah,

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

“Hanya kepada Engkaulah kami beribadah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.” (Al-Faatihah:4)

5. Membaca surat Al-Ikhlaash, Al-Falaq dan An-Naas satu kali setelah shalat Zhuhur, ‘Ashar dan ‘Isya`. Adapun setelah shalat Maghrib dan Shubuh dibaca tiga kali. (HR. Abu Dawud 2/86 dan An-Nasa`iy 3/68, lihat Shahiih Sunan At-Tirmidziy 2/8, lihat juga Fathul Baari 9/62)

6. Membaca ayat kursi yaitu surat Al-Baqarah:255

Barangsiapa membaca ayat ini setiap selesai shalat tidak ada yang dapat mencegahnya masuk jannah kecuali maut. (HR. An-Nasa`iy dalam ‘Amalul yaum wal lailah no.100, Ibnus Sunniy no.121 dan dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albaniy dalam Shahiihul Jaami’ 5/339 dan Silsilatul Ahaadiits Ash-Shahiihah 2/697 no.972)

7. Membaca:

اللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Sebagaimana diterangkan dalam hadits Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang kedua tangannya dan berkata, “Ya Mu’adz, Demi Allah, sungguh aku benar-benar mencintaimu.” Lalu beliau bersabda, “Aku wasiatkan kepadamu Ya Mu’adz, janganlah sekali-kali engkau meninggalkan di setiap selesai shalat, ucapan...” (lihat di atas):

“Ya Allah, tolonglah aku agar senantiasa mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu dan beribadah dengan baik kepada-Mu.” (HR. Abu Dawud 2/86 dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albaniy dalam Shahiih Sunan Abi Dawud 1/284)

Do’a ini bisa dibaca setelah tasyahhud dan sebelum salam atau setelah salam. (‘Aunul Ma’buud 4/269)

8. Membaca:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

“Tiada tuhan yang berhak diibadahi selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kerajaan, dan pujian, yang menghidupkan dan mematikan dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu.”

Dibaca sepuluh kali setelah shalat Maghrib dan Shubuh. (HR. At-Tirmidziy 5/515 dan Ahmad 4/227, lihat takhrijnya dalam Zaadul Ma’aad 1/300)

9. Membaca:

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik dan amal yang diterima.” Setelah salam dari shalat shubuh. (HR. Ibnu Majah, lihat Shahiih Sunan Ibni Maajah 1/152 dan Majma’uz Zawaa`id 10/111)













Wednesday, April 13, 2011

KaLuMpAnG Time!!!

Assalamualaikum w.b.t.....

Siapa yg tidak kenal dgn Kalumpang iaitu sebuah tempat yg terletak berhampiran dgn Tanjung Malim, Perak. Setiap hujung minggu, kalumpang selalu dipenuhi dengan ramai pengunjung dimerata tempat malah kalangan budk2 IPTA pom ade. Kali ini ana dan beberapa naqibah2 yg lain turut membawa adek2 halaqah berkunjung di sana dan juga buat kali pertama bagi adek2. First face ana tgk adek2 sgt teruja dgn keindahan permandangan disekitar air terjun di Kalumpang itu. 

cANtekk kn3.....

Setibanya di sana, kami terlebih dahulu menjamu selera dgn bekalan yg kami bawa seperti roti, nasi lemak, biskut dn air teh. walaupun simple tetapi nyaman (bahasa Sarawak) maksudnya sedappp., Selepas menjamu selera, ana dn naqibah2 yg lain membuat game utk adek2 halaqah. Tapi sebelum2 kami saling bertaaruf terlebih dahulu sblm memulakan game.

~bukak jgn x bukak dik~ 

Slah satu game yg kami buat ialah MUSIC BOX...Memandangkan keadaan agak bising, music xdpt didengari..namun kami teruskan juga dgn hanya menggunakan suara dgn menyebut STOP sahaja..Suke sgt tgk adek2 sume sporting!!! Antara jenis2 soalan yg dibuat melalui game2 semuanya berkaitan dgn ISLAM, malah tidak disangka2 kesemuanya adek2 halaqah dpt jawab dgn baik..


..................................................
Namun begitu, agak sedih jugaklah adek2 halaqah ana setakat sem ini saja. ana cumer hanya mampu dapat doakan KESEJAHTERAAN mrk agar mrk sentiasa tetap teruskan perjuangan sebagai bakal PENDIDIK dan terapkan  ISLAM dlm kehidupan seharian..AMIN....




Wednesday, December 1, 2010

RiNtiHaNku.....

Ya Tuhanku!
Tenggelamkan aku dalam mencintai-Mu
Sehingga tiada suatu pun yang dapat memalingkan aku dari-Mu
Kekasihku tidak menyamai kekasih lain biar bagaimana pun
Tiada selain Dia dalam hatiku mempunyai tempat mana pun
Kekasihku ghaib daripada penglihatanku dan peribadiku sekali pun
Akan tetapi, Dia tidak pernah ghaib di dalam hatiku walau sedetik pun



Aku mencintai-Mu...
Oh, Tuhan tercinta...
Dengan cinta yang penuh kesenangan
Kerana Engkaulah yang layak untuk dicintai Adapun cinta hawa
Maka aku sibuk mengingati-Mu daripada yang lain
Kuharap kau bukan tabir untukku
Sehingga Aku dapat memandang-Mu
Maka ujian yang ini dan itu bukan untukku
Melainkan hanya untuk- Mu

Saturday, October 9, 2010

WaKtU-wAkTu DoA MuStAjAb

(1). Sepertiga Akhir Malam

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahawasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda.

"Ertinya : Sesungguhnya Rabb kami yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi turun setiap malam ke langit dunia hingga berbaki sepertiga akhir malam, lalu berfirman ; barangsiapa yang berdoa, maka Aku akan kabulkan, barangsiapa yang memohon, pasti Aku akan perkenankan dan barangsiapa yang meminta ampun, pasti Aku akan mengampuninya" . (Shahih Al-Bukhari, kitab Da'awaat bab Doa Nisfullail 7/149-150)

(2). Tatkala Berbuka Puasa Bagi Orang Yang Berpuasa

Dari Abdullah bin 'Amr bin 'Ash Radhiyallahu 'anhu bahawa dia mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Ertinya : Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa ketika saat berbuka ada doa yang tidak ditolak". (Sunan Ibnu Majah, bab Fis Siyam La Turaddu Da'watuhu 1/321 No. 1775. Hakim dalam kitab Mustadrak 1/422. Dishahihkan sanadnya oleh Bushairi dalam Misbahuz Zujaj 2/17),


(3). Setiap Selepas Shalat Fardhu

Dari Abu Umamah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya tentang doa yang paling didengari oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, baginda Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab.

"Ertinya : Di pertengahan malam yang akhir dan setiap selesai shalat fardhu".
(Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da'awaat 13/30. Dishahihkan oleh Al-Albani di dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi 3/167-168 No. 2782).

(4). Ketika Saat Perang Berkecamuk

Dari Sahl bin Sa'ad Radhiyallahu 'anhu bahawa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam bersabda.

"Ertinya : Ada dua doa yang tidak tertolak atau jarang tertolak ; doa ketika saat adzan dan doa ketika perang berkecamuk". (Sunan Abu Daud, kitab Jihad 3/21 No. 2540. Sunan Baihaqi, bab Shalat Istisqa' 3/360. Hakim dalam Mustadrak 1/189. Dishahihkan Imam Nawawi dalam Al-Adzkaar hal. 341. Dan Al-Albani dalam Ta'liq Alal Misykat 1/212 No. 672).

(5). Sesaat ketika Hari Jum'at

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahawa Abul Qasim Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Ertinya : Sesungguhnya pada hari Jum'at ada satu saat yang tidaklah bertepatan
seorang hamba muslim shalat dan memohon sesuatu kebaikan kepada Allah melainkan akan diberikan padanya, beliau berisyarat dengan tangannya akan sedikitnya waktu tersebut". (Shahih Al-Bukhari, kitab Da'awaat 7/166. Shahih Muslim, kitab Jumuah 3/5-6)

6). Ketika Waktu Bangun Tidur Pada Malam Hari Bagi Orang Yang Sebelum Tidur Dalam Keadaan Suci dan Berdzikir Kepada Allah

Dari 'Amr bin 'Anbasah Radhiyallahu 'anhu bahawa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda.

"Ertinya :Tidaklah seorang hamba tidur dalam keadaan suci lalu terbangun pada malam hari kemudian memohon sesuatu tentang urusan dunia atau akhirat melainkan Allah akan mengabulkannya" . (Sunan Ibnu Majah, bab Doa 2/352 No. 3924. Dishahihkan oleh Al-Mundziri 1/371 No. 595)

Terbangun tanpa sengaja pada malam hari.(An-Nihayah fi Gharibil Hadits 1/190)
Yang dimaksudkan dengan "ta'ara minal lail" terbangun dari tidur pada malam hari.

(7). Doa Di antara Adzan dan Iqamah

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu bahawa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam bersabda.

"Ertinya : Doa tidak akan ditolak di antara adzan dan iqamah". (Sunan Abu Daud, kitab Shalat 1/144 No. 521. Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da'waat 13/87. Sunan Al-Baihaqi, kitab Shalat 1/410. Dishahihkan oleh Al-Albani, kitab Tamamul Minnah hal. 139)

(8). Doa Ketika Waktu Sujud di Dalam Shalat

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhu bahawa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Ertinya : Adapun pada waktu sujud, maka bersungguh-sungguhl ah berdoa keraan saat itu sangat tepat untuk dikabulkan". (Shahih Muslim, kitab Shalat bab Nahi An Qiratul Qur'an fi Ruku' wa Sujud 2/48)

Yang dimaksudkan adalah sangat tepat dan layak untuk dikabulkan doa kamu.

(9). Ketika Saat Sedang Hujana

Dari Sahl bin a'ad Radhiyallahu 'anhu bahawasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda.

"Ertinya : Dua doa yang tidak pernah ditolak ; doa ketika waktu adzan dan doa ketika waktu hujan". (Mustadrak Hakim dan dishahihkan oleh Adz-Dzahabi 2/113-114. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahihul Jami' No. 3078).

Imam An-Nawawi berkata bahawa penyebab doa pada waktu hujan tidak ditolak atau jarang ditolak ialah kerana pada saat itu sedang turun rahmat khususnya curahan hujan pertama di awal musim. (Fathul Qadir 3/340).

(10). Ketika Saat Ajal Tiba

Dari Ummu Salamah bahawa Rasulullah 'alaihi wasallam mendatangi rumah Abu Salamah (pada hari wafatnya), dan beliau mendapati kedua mata Abu Salamah terbuka lalu beliau 'alaihi wasallam memejamkannya kemudian bersabda.

"Ertinya : Sesungguhnya tatkala ruh dicabut, maka pandangan mata akan
mengikutinya' . Semua keluarga histeria. Baginda 'alaihi wasallam bersabda : 'Janganlah kalian berdoa untuk diri kalian kecuali kebaikan, kerana para malaikat mengamini apa yang kamu ucapkan". (Shahih Muslim, kitab Janaiz 3/38)

(11). Ketika Lailatul Qadar

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.

"Ertinya : Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sehingga terbit fajar". (Al-Qadr : 3-5)

Imam As-Syaukani berkata bahawa kemuliaan Lailatul Qadar mengharuskan doa setiap orang pasti dikabulkan. (Tuhfatud Dzakirin hal. 56)

12). Doa Ketika Hari Arafah

Dari 'Amr bin Syu'aib Radhiyallahu 'anhu dari bapaknya dari datuknya bahawasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Ertinya : Sebaik-baik doa adalah pada hari Arafah". (Sunan At-Tirmidzi, bab
Jamiud Da'waat 13/83. Dihasankan oleh Al-Albani dalam Ta'liq alal Misykat 2/797 No. 2598)

Monday, October 4, 2010

ReNuNgAn

Wahai pemilik nyawaku,

betapa lemah diriku ini,

berat ujian dariMu,

ku pasrahkan semua padaMu.



Tuhan baruku sedar,

indah nikmat sihat itu,

tak pandai aku bersyukur,

kini ku harapkan cintaMu.



Kata-kata cinta terucap indah,

mengalir berzikir di kidung doaku,

sakit yang ku rasa biar,

jadi penawar dosaku.



Butir-butir cinta air mataku,

teringat semua yang Kau beri untukku,

ampuni khilaf dan salah selama ini,

Ya Illahi, Muhasabah Cintaku.



Tuhan kuatkan aku,

lindungi ku dari putus asa,

jika ku harus mati,

pertemukan aku denganMu.

Sunday, October 3, 2010

KeKaSih-KeKaSiH dAmBaKU..


Wahai pemilik cintaku
Aku ingin mencintaiMU
Aku ingin menjadi kekasihMU
Aku rindu untuk bertemu denganMU
Aku dambakan redhaMU
Namun..siapalah aku?
Apakah aku mampu?
Apakah aku layak?
Sesungguhnya aku malu
Aku malu kerana sering meminta
Aku malu kerana sering memohon
Aku malu kerana sering merayu
Sedangkan aku sering melupakanMU
Aku sering lalai dan leka melaksanakan perintahMU
Aku sering lupa dan alpa melakukan suruhanMU
Maka..layakkah aku mendapat cintaMU?


Wahai kekasih ALLAH
Aku rindu untuk berjumpa denganmu
Aku rindu untuk menatap wajahmu
Aku rindu untuk mendengar suaramu
Walaupun aku tidak pernah melihat wajahmu
Aku tahu..
Kami tahu..
Kau sangat mencintai kami..umatmu
Kau menyayangi kami
Kau merindui kami
Tetapi..layakkah kami menerima cintamu?
Layakkah kami menerima kasih dan rindumu?
Sedangkan kami sering melupakanmu
Kami sering mengabaikan sunnahmu
Kami sering lupa untuk menyebut namamu
Dan kau pula tidak pernah melupakan kami
Sehinggalah ke saat-saat kewafatanmu
Maka..layakkah kami menerima cintamu?


Wahai bakal pendamping hidupku
Aku ingin mencintamu kerana ALLAH
Aku ingin menyayangimu kerana ALLAH
Dan aku ingin merinduimu juga kerana ALLAH
Aku ingin kau seorang pemuda yang soleh
Kerana aku mengharapkan bimbingan dan tunjuk ajarmu
Aku ingin kau seorang yang merindui syahid di jalanNYA
Kerana aku ingin menjadi bidadarimu di syurga
Aku tidak memerlukan rupa dan hartamu
Cukuplah hanya agama dan akhlakmu yang indah
Dan aku ingin kau mencintaiku kerana kau mencintaiNYA
Aku ingin menjadi pendampingmu berjuang di jalan ALLAH
Aku ingin menjadi tulang rusuk kiri yang teguh buatmu
Aku ingin menjadi srikandi yang sentiasa berada di sisimu
Namun..adakah aku layak mendapat cinta insan sepertimu?
Sedangkan aku tidak punya apa-apa
Aku hanyalah gadis biasa
Yang sarat dengan khilaf dan dosa
Mahukah kau mencintaiku?